Monday, January 7, 2019

Menolak Musnah

Oleh Udo Z Karzi


"Jika ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradaban, hancurkan buku-bukunya; maka pastilah bangsa itu akan musnah.”
~ Milan Kundera

DEMIKIANLAH, makanya saya bilang, "Saya gak mau punah. Makanya saya tetap menulis, terutama di FB. Hahai..."

Sebenarnya tak cukup membaca dan menulis hanya di media sosial (medsos). Harus membaca dan menulis buku.

Buku itu penting. Bung Hatta sampai berujar rela dipenjara asalkan bersama buku. Karena dengan buku, Hatta merasa bebas. Begitu berharganya sebuah buku baginya, hingga Hatta pun meminang istrinya dengan mahar berupa buku karyanya yang berjudul “Alam Pikiran Yunani”.

Bung Hatta dan tokoh-tokoh besar lainnya adalah para kutu buku kelas berat. Isaac Newton, Albert Einstein, John F. Kennedy, dan Bill Gates biasa banyak membaca buku dari tokoh-tokoh besar lintas zaman seperti Nicolaus Copernicus, Galileo Galilei, Rene Descartes, hingga J.J. Rousseau, dan Karl Marx.

Mengapa buku?

Sebab, buku adalah jendela dunia. Melalui bukulah penulis berkabar kepada dunia. Seperti kata Rene Descates, "Saya berpikir, maka saya ada"; begitu pula, "Saya menulis buku (dan tentu saja berpikir!), maka saya ada."

Sebab, buku adalah sebentuk keseriusan dalam menghadapi segala sesuatu, apa pun yang dikehendaki, apa pun yang hendak dicapai, apa pun yang hendak dituju. Jelaslah, buku berisi visi dan misi penulisnya.

Sebab, buku berisi olahpikir, olahseni, dan olah pengalaman dari penulisnya. Buku menghimpun jutaan ide, gagasan, pemikiran, juga perasaan, emosi, dan nilai estetis dari penulisnya. Dan, perubahan sosial, pembangunan manusia, bahkan revolusi sekalipun digerakkan oleh gagasan atau pemikiran yang dihimpun dalam buku.

Sebab, mengabaikan buku, sama dengan membiarkan otak anak-anak kita, generasi bangsa akan menjadi dangkal, miskin pengetahuan, tak bisa mengikuti jejak pendahulu, dan tidak bisa belajar dari orang-orang yang ahli pada bidang masing-masing.

***

Ya, buku itu yang membuat manusia tetap menjadi manusia dan sebuah negeri tempat manusia membangun peradaban tetap berdiri. Jadi, buku yang menghalangi kemusnahan. 

Dan karena itu, saya (mau) bikin buku banyak-banyak, lalu menjualnya.:) []


Fajar Sumatera, Senin, 7 Januari 2019 

No comments:

Post a Comment