Monday, October 25, 2010

Masih (Mau) Belajar Etika

Oleh Udo Z. Karzi


MAMAK Kenut benar terperangah, prihatin, dan sekaligus kasihan dengan anggota Badan Kehormatan DPR yang bepergian ke Yunani. Jauh-jauh amat kalau cuma mau belajar etika.

"Mau ngapain sih?" kata Minan Tunja sengit.

"Lo, kan Yunani itu dulu kan gudang para filsuf yang sampai sekarang masih sering kita pelajari. Ya, apa salah mereka belajar langsung ke tanah para filsuf itu," bela Radin Mak Iwoh.

"Ala... jangan-jangan para anggota BK itu enggak pernah baca filsafat segala macamlah. Seandainya saja mereka pergi ke sana 2.500 tahun silam, mungkin akan bertemu dengan Socrates. Lalu, sang filsuf akan mengajari mereka soal moral dan filosofi politik. Tapi, pada 2010 ini, siapa yang akan mereka temui di sana untuk belajar etika dan disiplin?" kata Mat Puhit.

Benarlah kata pengamat politik J. Kristiadi, kepergian anggota BK DPR ke Yunani sama dengan menghina diri sendiri. Mereka belajar hal-hal yang sebenarnya dimiliki bangsa Indonesia sendiri. "Kan sama aja bilang orang Indonesia tidak mengerti etika," sambut Pithagiras.

"Iya, itu orang pada kurang kerjaan. Lu aja yang orang Yunani (ingat Pithagoras) aja udah pindah jadi warga Negarabatin. Itu kan karena Negarabatin itu beretika dan berestetika ya Pit," goda Udien.

"Hahaa... Ih, ini sih Pithagiras, bukan Pithagoras," sahut Mat Puhit.

"Baiklah, saya ingin menyampaikan sedikit kuliah tentang etika kepada anggota BK DPR," sambung Mamak Kenut yang masih geregetan. "Etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ethos yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik. Banyak definisi etika, tapi lebih banyak lagi orang tak beretika...."

"Sudah-sudah, kuliahmu membosankan," kata Pithagiras.

"Ah, jangan begitu dong. Mereka kan orang-orang pinter."

"Orang pinter kok tidak beretika. Dengan studi banding tentang etika ke Yunani sesungguhnya mereka tidak mengerti etika alias tidak beretika."

"Iya, dari pada jauh-jauh pergi ke Yunani belajar etika. Kan lebih baik mereka belajar etika dari saya," kata Mamak Kenut.

Hahaa....


Lampung Post, Senin, 25 Oktober 2010

No comments:

Post a Comment